Kurikulum

Dalam Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012dinyataan bahwacapaian pembelajaran (learning outcomes) harus sesuai dengan level KKNI dan kompetensi lulusan mengacu pada KKNI(UU PT No 12 tahun 2012, Pasal 29). Di samping itu, setiap perguruan tinggi juga diwajibkan mengembangkan kurikulum sendiri selaras dengan visi keilmuan (scientific vision) yang diembannya (PP 19 thn 2005 Pasal 17 ayat 4 dan PP 17 thn 2010).

KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (Permen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 pasal 1 poin 5).


Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.


Kurikulum memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi. Kurikulum memuatmata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi. Kurikulum Program Studi Sosiologi dirancang untuk mencapai visi, misi dan tujuan, perkembangan ilmu sosiologi terkini dan kemajuan informasi dan teknologi.